IT Disaster Recovey Plan

Dalam mengelola sebuah perusahaan terkadang ada sesuatu kejadian-kejadian yang dapat membahayakan perusahaan itu sendiri. Bencana alam seperti banjir, gedung terbakar, aset IT hilang adalah sesuatu yang mungkin saja terjadi. Salah satu elemen terpenting yang harus dimiliki suatu perusahaan adalah adanya sebuah standart prosedur mengenai adanya Recovery Disaster Plan yaitu sebuah prosedur dalam mengangani suatu keadaan darurat yang dapat membahayakan perusahaan.

Pentingnya Recovery Disaster plan ini tidak terlepas dari akibat dari bencana itu sendiri. Coba kita bayangkan sebuah Bank bertaraf nasional dimana Bank tersebut telah menginvestasikan sebagian besar asetnya untuk Teknologi Informasi. Ada suatu keadaan dimana server yang biasanya untuk menyimpan data nasabah tiba-tiba rusak, dan celakanya bank belum mempunyai prosedur untuk mengatasinya. Nah disini bisa kita bayangkan akibatnya, data hilang, data sulit di akses dll. Akibatnya, core bisnis bank dalam melayani nasabah akan terganggu. Tentu saja hal ini akan menyebabkan pendapatan akan turun secara drastis

Hampir semua perusahaan diharuskan mempunyai Recovery Disaster Plan. Entah itu perusahaan kecil, besar core ataupun perusahaan dengan core bisnis yang berbermacam-macam. Sebuah perusahaan yang mempunyai core bisnis tentang IT akan membutuhkan IT disaster recovery planing. Dimana dengan adanya standart ini dimungkinkan adanya prosedur atau tindakan yang dilakukan ketika suatu bencana terjadi. Pentingnya aturan/prosedur ini terutama berkaitan dengan pengamanan data karena proses bisnis sebuah perusahaan IT sangan erat kaitannya dengan pengelolaan data serta keamana software maupun hardware .

IT Recovery Disaster Plan ini meliputi
1. Personal Contac Information
Dalam setiap IT Disaster Recovery Plan harus ada orang yang bertanggung jawab untuk menangani prosedur ini. Bilamana terjadi suatu masalah harus ada orang yang bisa dihubungi
2. Backup
Bagaimana melindungi fasilitas-fasilitas IT serta peralatan yang digunakan untuk membackupnya
3. Manual Plan
Adanya sebuah manual plan atau standart prosedur yang terdokumentasi dengan baik akan mempermudah dalam mengatur Recovery Planing
4. Hardware inventory
Memonitor Hardware secara berkala meliputi mengecek hardware yang sering paling di pakai, serta hardware yang membutuhkan upgrade komponen
5. Software inventory
Memonitor software yang sering dipakai bilamana terjadi eror pada software tersebut, serta upgrade software bilamana hal tersebut dibutuhkan
6. Vendor
Pentingnya adanya vendor adalah bilamanana perusahaan mau membeli software atau hardware.
7. Data Backup
Prosedur-prosedur yang digunakan untuk membackup data serta prosedur yang digunakan untuk merestore suatu data.
8. Disaster Action
Berupa kontrol-kontrol atau ceklist yang digunakan untuk menjalankan prosedur-prosedur dalam IT Disaster Recovery Plan
9. Test the Plan
Adanya test-tes masing-masing prosedur yang terdapat dalam IT Disaster Recovery Plan dimungkinkan untuk mengetahui tingkat keevektifan dari tiap langkah prosedur.

Referensi:

http://www.onlinetech.com/managed-services/it-disaster-recovery

Click to access Disaster-Recovery-Strategy.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s