IT Outsourcing

Contraction out atau yang biasa disebut dengan outsourcing merupkan suatu mekanisme dimana terjadi pemindahtugasan suatu pekerjaan dari perusahaan keperusahaan lain. Artinya ada sebagian pekerjaan yang ada didalam perusahaan tersebut di kerjakan oleh perusahaan lain. Perusahaan yang menjadi rekanan outsourcing biasanya sudah menjalin kerjasama sebelumnya. Saat ini perkembangan outsourcing telah mengalami peningkatan. Peningkatan ini di ikuti dengan meningkatnya perusahaan yang memang khusus menyediakan jasa outsourcing. Bahkan sekarang telah bermunculan di Internet, salah satunya adalah oDesk.com.

Ada dua istilah yang beruhubungan dengan penyediaa tenaga kerjaan yang pertama adalah In sourcing: pemindah tugasan suatu pekerjaan oleh suatu organisasi ke orgnaisasi lainnya, namun masih dalam satu perusahaan. Sedangkan kebalikannya adalah Co sourcing: pemindahtugasan suatu pekerjaan oleh suatu perusahaan ke perusahaan yang lainnya. Kedua sistem ini dimungkinkan terjadi di perusahaan besar. Perusahaan komputer ternama seperti Dell adalah contohnya. Mereka telah meng Co Sourcing kan sebagian kegiatan bisnis pendukungnya yaitu customer service dan technical suport.

Salah satu alasan saat ini banyak perusahaan yang melakuakan outsourcing adalah untuk memperkecil cost perusahaan. Selain itu perusahaan tersebut ingin benar-benar fokus ke core binisnya. Semisal saja perusahaan yang core bisnisnya bukan IT biasanya meng-outsourcing kan pekerjaan IT nya ke perusahaan lain. Kita dapat mengambil contoh kasus perusahaan minyak di Indonesia yaitu Pertamina. Jika diamati secara benar-benar tenaga kerja di dalam departemen ITnya 80% adalah tenaga outsourcing / kontrak dan sisa nya 20 % adalah pegawai tetap. Alasanya adalah pertamina hanya ingin fokus ke core bisnisnya yaitu jasa pengolahan pengeboran, pengeolahan, dan pemesaran minyak. Sedangkan untuk IT nya Pertamina hanya memasukkan kan nya sebagai komponen pendukung dari core bisnisnya.

Lain halnya untuk perusahaan IT, ada sebuah kasus dimana yang dioutsourcing adalah bukan tenaga kerjanya, namun yang di outsourcingkan adalah peralatan-peralatan IT maunpun servicenya nya. Salah satu Penyedia jasa IT Solution Provider di Indonesia ini adalah Metro Data. Metro Data ini menyediakan jasa penyedia Infrastruktur IT sampai pada Aplication manajemen dan Busines Proccess. Konsumen-konsumennya adalah perusahaan perusahaan Teknomunikasi seperti Telkom, XL, dan se. Mereka memilih untuk mengoutsourcingkan Sumber Daya IT nya karena mereka menganggap jika mereka investasi sendiri biaya yang dikeluarkan sangat besar, karena di tuntut untuk meupdate teknologi yang mereka pakai. Sedangkan kita mengetahui bahwa perkembang IT sangatlah pesat.

Jika dilihat dari kacamata bisnis perusahaan, memang outsourcing pekerjaan akan memberikan value lebih bagi perusahaan yang bersangkutan. Biaya yang dikeluarkan oleh perusaahaan akan ditekan seminimal mungkin, namun jika kita melihat aspek yang lain yaitu ketenagakerjaan, outsourcing ini banyak mempunyai kekurangan. Masalah yang sering timbul adalah masalah-masalah sosial ketenagakerjaan. Kebanyakan masalah tersebut berhubungan dengan kesejahteraan pegawai. Pegawai yang outsourcing biasanya akan digaji lebih rendah dibandingkan dengan pegawai yang sudah tetap. Masalah status kepegawaian juga dimungkinkan timbul dengan adanya sistem ini. Biasanya statusnya pegawai outsourcing adalah kotrak. Jadi ketika kontrak habis, biasanya perusahaan akan memperpajang kontrak tersebut. Nah disitulah kelemahannya, hak-hak pegawai tidak diperoleh dengan semestinya, dan status pegawainya pun tidak menjadi terkatung-katung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s